DELI SERDANG — Keberhasilan Bareskrim Polri dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke akarnya di Kelab Malam New Zone, Medan, memantik harapan baru bagi penegakan hukum di Sumatera Utara. Dalam kasus tersebut, Bareskrim dinilai bertindak cepat, terukur, dan tuntas meruntuhkan stigma "kebal hukum" pada sindikat kejahatan.
Kini, sorotan publik dan awak media menuntut ketegasan serupa untuk memberangus masifnya jaringan judi Toto Gelap (Togel) bermerek "AK" di wilayah hukum Polresta Deli Serdang, khususnya Polsek Tanjung Morawa.
Ironisnya, pola kejahatan terstruktur yang menahun ini seolah dibiarkan beroperasi bebas. Jaringan AK yang dikendalikan oleh bos lapangan bernama Jackson Situmorang (alias Rudi Morang) disinyalir beroperasi secara masif dan sistematis menguasai ratusan titik penjualan di berbagai desa; mulai dari Bangun Sari, Bangun Sari Baru, Ujung Serdang, Telaga Sari, Limau Manis, Dalu X, hingga kawasan Bandar Labuhan.
Arogansi Sindikat dan 'Kebisuan' Aparat Lokal
Berdasarkan investigasi tim redaksi, aktivitas ilegal ini berjalan terang-terangan dengan perputaran uang mencapai ratusan juta rupiah. Arogansi sindikat ini bahkan dibuktikan melalui pesan berantai (WhatsApp) instruksi internal jaringan Jackson Situmorang yang mengklaim monopoli dan jaminan "keamanan" mutlak dari oknum tertentu.
Dalam pesan tersebut tertulis jelas: "Diberitahukan dan dipertegas kepada seluruh pemain. Bahwasanya bos kita bernama JACKSON SITUMORANG... Jadi utk keselamatan dan kenyamanan d lapangan, selain merk JACKSON SITUMORANG tidak akan di bantu atau di urus apabila terjadi hal - hal yg tidak di inginkan."
Pernyataan "dibantu atau diurus" ini merupakan pelecehan terhadap wibawa kepolisian.
Mirisnya, institusi penegak hukum di tingkat Polresta dan Polsek terkesan sengaja tutup mata.
Sebagai bentuk ketaatan pada Kode Etik Jurnalistik (asas cover both sides), tim redaksi telah melayangkan konfirmasi resmi disertai bukti tangkapan layar instruksi perjudian tersebut pada Kamis (28/5/2026) langsung ke nomor WhatsApp pribadi Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., di nomor +62 812-7861-xxx.
Konfirmasi berjenjang juga diteruskan ke Kanit Pidum Satreskrim Iptu Binnes Saragih di nomor +62 812-6531-1xxx, Kapolsek Tanjung Morawa AKP Joni H. Damanik di nomor +62 812-6477-xxx, hingga Kanit Reskrim Iptu Hotman Barus di nomor +62 853-8119-3xxx. Namun, respons yang didapat sangat mengecewakan. Pesan konfirmasi yang memuat bukti monopoli judi tersebut terbukti telah dibaca (berstatus centang biru dua) oleh Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa, namun tak ada satu pun balasan klarifikasi, apalagi tindakan penggerebekan di lapangan.
Intervensi Bareskrim Menjadi Solusi Mutlak
"Ini sudah rahasia umum. Sore sampai malam lapak-lapak buka. Kantor polisi dekat, tapi kenapa tidak pernah disentuh?
Pesan konfirmasi dibaca tapi diabaikan, wajar jika publik curiga ada oknum yang membekingi. Padahal ini merugikan ekonomi rakyat dan sama bahayanya dengan narkoba," keluh seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Secara yuridis, praktik perjudian ini secara nyata melanggar Pasal 303 KUHP jo Pasal 55 KUHP, serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jika terbukti transaksinya menggunakan sarana elektronik.
Melihat skala operasi yang meluas, struktur yang terorganisir, serta sikap bungkamnya kepolisian tingkat Resor dan Sektor, masyarakat pesimis penanganan lokal akan berjalan efektif. Intervensi langsung dari Bareskrim Polri dinilai menjadi satu-satunya solusi.
"Di kasus New Zone, aparat tingkat bawah ragu bertindak karena ada kekuatan yang menjaga. Begitu Bareskrim turun, semua terbongkar. Kondisi di Tanjung Morawa ini identik. Kami mendesak Kabareskrim dan Kapolda Sumut segera menginstruksikan penindakan tegas: tangkap bandar besarnya, bekukan asetnya, dan seret oknum yang melindunginya," tegas Amri, Tim redaksi.
Publik menanti pembuktian nyata.
Ketegasan tanpa pandang bulu yang ditunjukkan Bareskrim Polri di Medan harus segera diwujudkan di Deli Serdang, guna memastikan hukum tidak tunduk di bawah kendali sindikat Togel Jackson Situmorang. (Tim)
