Deli Serdang, Di sudut-sudut permukiman padat di Tanjung Morawa, ada sebuah ironi yang menyayat hati. Ketika masyarakat kecil harus berjuang memeras keringat demi sesuap nasi di tengah himpitan ekonomi, uang receh yang seharusnya menjadi penyambung hidup keluarga justru dihisap habis oleh pusaran mesin judi.
Sindikat perjudian toto gelap (togel) yang diduga kuat dikendalikan oleh bandar besar bernama Jackson Situmorang, alias Rudi Morang, kini bebas mencengkeram denyut nadi Kabupaten Deli Serdang. Gurita bisnis ilegal ini merangsek bebas tanpa tersentuh hukum, meninggalkan rekam jejak kehancuran di meja makan keluarga-keluarga kecil yang tak lagi mampu membeli beras.
Sungguh memilukan melihat bagaimana negara seolah absen. Aparat kepolisian yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, diduga "tutup mata" dan membiarkan sindikat Rudi Morang berpesta di atas penderitaan warga.
Tumbuh Subur di Tengah Himpitan Rakyat
Berdasarkan penelusuran tim redaksi di lapangan, aktivitas perjudian ini tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sindikat ini menempatkan para Juru Tulis (Jurtul) layaknya lintah yang menyedot harapan di titik-titik permukiman warga. Berikut adalah peta operasi sindikat Rudi Morang yang seolah kebal hukum:
- Warkop Angga (Jln. Karya Darma), Desa Naga Timbul: Ironisnya, titik ini diduga dikoordinir oleh seorang mantan Kepala Desa berinisial 'Yungli'. Sosok yang dahulu dipercaya memimpin desa, kini justru diduga turut melanggengkan praktik yang merusak moral warganya.
- Desa Naga Timbul: Di sudut lain desa yang sama, perputaran uang haram ini dipegang oleh seorang Jurtul berinisial 'Gimin'.
- Gang Cempokak, Desa Naga Rejo: Di kawasan permukiman ini, praktik judi dikendalikan oleh Jurtul berinisial 'Enjong', membiarkan bapak-bapak menaruh harapan palsu pada deretan angka.
- Desa Bangun Sari Baru: Sindikat ini terus berekspansi, dengan kendali lapangan dipegang oleh Jurtul berinisial 'Yudi'.
- Perumnas Tanjung Morawa: Tidak ada lagi ruang aman bagi anak-anak. Sindikat ini dengan berani merangsek masuk ke kawasan perumahan padat, dioperasikan oleh Jurtul berinisial 'Manis' yang dengan leluasa bertransaksi di tengah lalu-lalang warga.
Bungkam Para Jenderal dan Perwira: Sebuah Pengkhianatan Kepercayaan?
Masifnya penderitaan sosial akibat judi togel ini telah kami suarakan. Air mata para ibu rumah tangga yang menjerit melihat nafkah keluarganya habis di meja togel seharusnya cukup untuk menggerakkan nurani aparat. Namun, kenyataannya jauh dari kata adil.
Sebagai bentuk profesionalisme pers dan keberimbangan berita (cover both sides), Redaksi telah berulang kali mengirimkan permohonan konfirmasi kepada jajaran petinggi kepolisian dari tingkat Polsek, Polresta, hingga Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, surat dan pesan konfirmasi redaksi sama sekali tidak dijawab oleh nama-nama berikut:
- Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H.– Kapolda Sumatera Utara
- Kombes Pol. Ricko Taruna Mauruh, S.E., M.M. – Dirreskrimum Polda Sumut
- Kompol Jama Kita Purba, S.H., M.H. – Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut
- Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K. – Kapolresta Deli Serdang
- Kompol Muhammad Isral, S.I.K., M.H. – Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang
- Iptu Binnes Saragih, S.H. – Kanit Pidum Satreskrim Polresta Deli Serdang
- AKP Jonni H. Damanik, S.H., M.H.– Kapolsek Tanjung Morawa
- Iptu Hotman Barus, S.H.– Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa
Kebisuan delapan perwira polisi ini bukan sekadar kegagalan komunikasi administratif, melainkan sebuah pertanda duka bagi penegakan hukum di tanah Deli Serdang. Tidak bersedianya aparat memberikan tanggapan semakin memperkuat ketakutan masyarakat: Apakah institusi sebesar Polri diduga benar-benar tak berdaya atau diduga sengaja menyerah di bawah bayang-bayang nama besar Jackson Situmorang?
Hari ini, hukum di Deli Serdang mungkin tumpul pada mereka yang berkuasa dan berharta. Namun, rintihan dan doa keluarga miskin yang hancur karena judi tidak akan pernah bisa dibungkam. Masyarakat kini hanya bisa menengadah, berharap Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersedia menoleh ke Deli Serdang, dan membersihkan sisa-sisa harapan yang mulai membusuk akibat dugaan pembiaran ini. (Tim)
