Home
News
Kutaraja

Menanti Gebrakan Kapolda Sumut: Dinilai Tutup Mata Atas Dugaan Judi Sabung Ayam & Dadu 'Pak Kulit' di Patumbak, Kapolsek Didesak Dicopot

Tayang: Rabu, Oktober 07, 2026
Penulis: Redaksi detikin | Editor: Admin
4 2

Patumbak, Pembiaran yang berlarut-larut terhadap bebasnya operasional dugaan Sindikat Judi Sabung Ayam dan Dadu 'Pak Kulit dan Mak Onces' di Patumbak memunculkan desakan keras. Kepemimpinan di tingkat Kepolisian Sektor (Polsek) Patumbak kini disorot amat tajam. Publik mendesak pucuk pimpinan Polri di Sumatera Utara untuk segera mengevaluasi dan mencopot Kapolsek Patumbak, AKP M Tommy Franata, beserta Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Omrin Siallagan, S.H.

Desakan evaluasi dan pencopotan ini memuncak bukan tanpa alasan yang mendasar. Sejak redaksi Liputan16.com menaikkan pemberitaan perdana pada 28 September 2026 lalu, aktivitas ilegal tersebut justru semakin leluasa beroperasi.

Terbaru, pantauan langsung tim redaksi di lapangan kembali mendapati bukti visual real-time pada Rabu (7/10/2026) malam, tepatnya pukul 19:54 WIB. Dalam rekaman video amatir tersebut, terlihat sangat jelas kerumunan massa dan puluhan sepeda motor memadati lokasi yang diduga kuat sebagai lapak judi di Jl. Talun Kenas - Patumbak No.199, Lantasan Baru. Temuan mutakhir ini menambah panjang tumpukan arsip bukti yang sebelumnya juga terekam pada 4 dan 5 Oktober 2026.

Di tengah tumpukan bukti yang mengalir setiap harinya tersebut, AKP M Tommy Franata selaku pucuk pimpinan di sektor Patumbak, dan Iptu Omrin Siallagan di fungsi reserse kriminal, dinilai gagal total dalam memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Sikap pasif dan ketiadaan penindakan konkret di lapangan memicu asumsi liar di ruang publik. Aparat penegak hukum setempat dinilai tidak mampu bekerja, atau bahkan disinyalir kuat terkesan melindungi eksistensi sindikat judi 'Pak Kulit dan Mak Onces' tersebut.

Sangat disayangkan, itikad redaksi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus memberikan ruang cover both sides nyatanya hanya bertepuk sebelah tangan. Pesan permohonan klarifikasi resmi yang dilayangkan via WhatsApp kepada jajaran pemangku kebijakan sama sekali tak mendapat balasan.

Deretan petinggi kepolisian yang telah dikonfirmasi secara resmi oleh redaksi antara lain: Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom., Kasat Intelkam Polrestabes Medan Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H., Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan Iptu M Hafizullah, hingga Kapolsek Patumbak AKP M Tommy Franata dan Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Omrin Siallagan, S.H.

Mirisnya, hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun dari jajaran perwira menengah dan pertama tersebut yang bersedia membalas konfirmasi redaksi maupun memberikan jawaban resmi terkait keresahan warga Patumbak.

Dalam kacamata transparansi dan etika publik, "kebisuan berjamaah" ini berisiko fatal menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Slogan "Presisi" Polri jelas dipertaruhkan jika oknum pejabat yang diduga abai dan melakukan pembiaran tetap dipertahankan menduduki jabatannya.

Kini, di tengah matinya responsibilitas aparat dari tingkat resor hingga sektor, masyarakat menyandarkan harapan besar kepada Kapolda Sumatera Utara yang baru, Irjen Pol. Sonny Irawan. Langkah nyata berupa pencopotan pejabat Polsek Patumbak yang terindikasi tak mampu bekerja, serta penyapuan bersih arena dugaan judi tersebut, menjadi pembuktian mutlak yang ditunggu publik. Negara tidak boleh terlihat kalah dan tunduk pada kendali sindikat perjudian. (Tim)

Berita Populer
Memuat...
Memuat deretan berita terbaru...