Home
News
Kutaraja

Bukti Lemahnya Pengawasan Kapolsek Pancur Batu? Diduga Kanit Intel, 'Aldo' & Trantib Kecamatan 'Juna' Asik di Arena Judi

Tayang: Rabu, Oktober 07, 2026
Penulis: Redaksi detikin | Editor: Admin
4 2



Kutalimbaru, Integritas dan komitmen aparatur negara serta institusi penegak hukum dalam memberantas penyakit masyarakat kembali diuji. Publik baru-baru ini dikejutkan dengan beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan kerumunan warga di sebuah lokasi, yang diduga kuat merupakan arena perjudian jenis dadu di kawasan Desa Namo Rindang, Kecamatan Kutalimbaru.

Dalam rekaman visual tersebut, tampak sejumlah orang mengelilingi sebuah meja dengan menaruh uang yang diduga kuat sebagai alat taruhan. Namun, sorotan tajam dan keprihatinan publik tidak hanya tertuju pada dugaan aktivitas ilegal itu sendiri, melainkan pada sosok-sosok yang terekam berada di pusaran kerumunan tersebut.

Berdasarkan narasi dan informasi awal yang menyertai beredarnya video, sorotan tajam publik tertuju pada pria bermasker putih dan bertopi, yang diduga kuat sebagai oknum perwira, yakni Kanit Intelkam Polsek Pancur Batu.

Tidak berhenti sampai di situ, tepat di belakang pria bermasker putih tersebut, terekam pula kehadiran pria bernama Aldo alias Ginting, yang juga diduga merupakan personel Intelkam dari Polsek yang sama. Tak hanya itu, turut terekam sosok berinisial Juna yang diduga sebagai oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) Trantib dari wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Jika spekulasi dan dugaan publik ini nantinya terbukti benar, hal tersebut tentu menjadi ironi besar. Aparatur penegak hukum—terlebih yang memegang fungsi intelijen dan keamanan—serta ASN yang bertugas menjaga ketertiban, seharusnya menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan memberantas penyakit masyarakat. Bukan sebaliknya, justru diduga berada di tengah arena tersebut. Terlebih lagi, lokasi kejadian di Desa Namo Rindang tersebut masuk ke dalam wilayah hukum Polsek Kutalimbaru.

Sebagai media yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, mengedepankan asas praduga tak bersalah, dan memastikan keberimbangan informasi (cover both sides), Redaksi Liputan16.com telah melakukan langkah konfirmasi terukur sebelum menayangkan berita ini. Permohonan klarifikasi dan hak jawab secara resmi telah dilayangkan kepada pucuk pimpinan di wilayah hukum terkait.

Sayangnya, upaya konfirmasi resmi tersebut seolah membentur tembok diam. Hingga berita ini diturunkan, jajaran pimpinan Polrestabes Medan, yakni Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom., Kasat Intelkam Polrestabes Medan Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H., hingga Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Raymond Godfried Mulatua Hutagalung belum memberikan balasan dan terkesan bungkam.

Sikap tidak merespons juga ditunjukkan oleh pimpinan wilayah tingkat sektor. Kapolsek Kutalimbaru AKP Idem Sitepu, S.H., M.H., dan Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi, S.H., belum bersedia memberikan tanggapan terkait dugaan pembiaran dan lemahnya pengawasan di wilayah maupun di internal kesatuan mereka. Secara khusus, IPTU Edison Sembiring, S.H., selaku Kanit Intelkam Polsek Pancur Batu yang sosoknya diduga kuat terekam dalam video tersebut, juga enggan membalas konfirmasi redaksi dan belum menggunakan hak jawabnya.

Di sisi lain, terkait dugaan keberadaan oknum ASN di lokasi tersebut, redaksi Liputan16.com secara terbuka tetap menyediakan dan membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada saudara Juna, maupun pihak institusi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, guna memberikan penjelasan agar informasi yang diterima publik tetap berimbang dan tidak sepihak.

Publik kini menanti langkah cepat dan transparan dari institusi Polri maupun Pemerintah Daerah, khususnya Propam Polda Sumut dan Sipropam Polrestabes Medan, untuk turun tangan memverifikasi rekaman tersebut dan menindak tegas tanpa pandang bulu jika terbukti ada pelanggaran kode etik maupun disiplin oleh oknum aparaturnya.

Berita Populer
Memuat...
Memuat deretan berita terbaru...